Hello guys! This is my very first article in this topic. I hope you enjoy reading my blog, don't forget to subscribed and share the link to your family and friends.

So, in this article I'll share about my experience ate this kebab from Kabobs Premium Kebab (for the 1st time) that I ordered from GoFood today's earlier. Without further do, let's scroll down to the review!

So, earlier I really wanted to eat Kebab. But I don't like eat Kebab with the vegetables inside of it like lettuce. Before I decide to buy a kebab from this restaurant, I've already searched through the menu. I ordered that Kebab and also add Cheese as topping. I also got discount for my purchase.

Makananku akhirnya tiba, dan saat itulah aku mencobanya.

- Potongan dagingnya tebal dan ketebalannya mirip dengan patty burger yang banyak dijual dalam kemasan. 

- Tampilan dagingnya juga tidak seperti hampir kebanyakan kebab beef (seperti daging cincang) melainkan tampilannya seperti patty burger.

- Untuk rasa daging kebabnya enak, meski tidak sejuicy daging kebab pada umumnya yang menggunakan daging cincang. kelebihannya daging kebab dari resto ini tidak mengandung minyak yang banyak. 

- Pengemasan dari kebab ini juga menjadi nilai tambah karena untuk mengeluarkan kebab hanya tinggal menarik potongn kertas yang terdapat tulis "Tarik kertas untuk mengeluarkan kebab". Jadi kita tidak perlu seperti menuangkan kebab untuk mengeluarkannya.

- Untuk ukuran small, porsinya cukup besar dan ukurannya sama dengan ukuran kebab medium bahkan large dari restoran lain. Meski begitu untuk harga masih lebih mahal jika dibandingkan dengan resto yang sudah pernah aku review sebelumnya Rp. 22.000,- sedangkan merk lain Rp. 15.000,-. 

- Sebenarnya aku bingung apakah memang standard kulit kebabnya sangat asin atau memang itu standard penggunaan mentega mereka dalam menggoreng. Untuk aku yang memiliki tingkat kesensitifan terhadap makanan yang terlalu asin (bibir akan terasa perih dan mulut akan terasa kurang nyaman), rasa asin dari kulit kebab ini membuat bibirku terasa sangat perih meski tidak ada kendala pada bagian dalam mulut.

- Sayangnya penambahan topping keju ini tidak diparut hanya dimasukkan dengan potongan yang cukup tebal, sehingga membuat kombinasi rasa dari kebab ini menjadi kurang nikmat.

- Tipe penjual yang menggunakan tempat tertentu (seperti fast food) dan bukan menjual makanannya di gerobak.

Over all, aku cukup menyukai kebab ini meski dagingnya tidak juicy dan penambahan toppingnya (dalam hal ini keju) tidak diparut. Saran dari aku, mohon kurangi penggunaan mentega saat menggoreng kulit kebab karena jika terdapat pelanggan seperti aku yang memiliki bibir sensitive terhadap rasa asin maka akan mengurangi kualitas makanan seluruhnya. 

Selain itu penambahan topping (seperti keju) mohon untuk diparut, untuk lebih menambah rasa nikmat dari kebab ini.

Sekian food review dari aku, semoga bisa bermanfaat.